6 Wisata Mercusuar Indonesia, Menikmati Daya pikat Pantai dari Atas Ketinggian

6 Wisata Mercusuar Indonesia, Menikmati Daya pikat Pantai dari Atas Ketinggian


www.lighthouse.cc6 Wisata Mercusuar Indonesia, Menikmati Daya pikat Pantai dari Atas Ketinggian. Indonesia populer mempunyai sekian pantai yang indah. Hamparan lautan biru, pasir butih & deburan ombak bisa membuat hati tenang. Kamu juga mampu menikmatinya dengan berjemur, tampil air, ataupun mencatatkan istana dari pasir pantai. Akan tetapi, hiburan ke pantai bakal terasa lebih spesial bila bisa menyaksikan pemandangan indah dari mercusuar.

Mayoritas mercusuar di Indonesia dibangun pada era Belanda. Bangunan mahal di dekat lautan itu dibangun buat membawa navigasi kapal sekaligus pemberi cahaya buat kapal pada malam hari.

Baca Juga: 6 menara suar Sangat Beresiko di Dunia, Ada yang Sampai Memakan Korban

Jika Kamu berminat buat menyaksikan deburan ombak yang menghempas karang secara langsung, Kamu mampu melihatnya dari atas mercusuar. Kamu juga bisa mendapatkan banyak nilai riwayat dari bangunan semenjak era kolonial Belanda ini.

Supaya liburanmu dipantai lebih Indah, kita merekomendasikan 6 lokasi wisata mercusuar di Indonesia :

1. Mercusuar Pulau Lengkuas, Belitung

Keindahan pantai di Pulau Belitung telah tak harus dipertanyakan lagi. Kamu pastinya tak berkeinginan menyia- nyiakan peluang buat melihatnya bila bertamu ke Belitung. Pantai Tanjung Kelayang ialah salah satu pantai yang mempunyai mercusuar di tengah lautnya.

Mercusuar setinggi 52 meter ini telah dibangun semenjak 1882 oleh kolonial Belanda, Z. M. Willem III. Kelelahan menaiki sekian anak posisi langsung terbayarkan dengan pemandangan laut lepas Pulau Lengkuas ini. Tidak cuma itu, Pulau Burung juga bisa kelihatan dari kejauhan.

Dari atas mercusuar kelihatan sekian spot seru buat diabadikan. Pemandangan laut Belitung, Pulau Garuda, Pulau Impresif, & pulau- pulau kecil di sekitarnya.

” Bahwa penasaran layaknya apa rupa keindahan Pulau Lengkuas, terpaksa menaiki mercusuar. Dari sini, mampu menyaksikan keindahan Pulau Lengkuas & pantai- pantai cantik yang lain di kurang lebih Belitung,” katanya.

Disamping mercusur, keindahan yang terdapat di Pulau Lengkuas ialah tidak sedikit batu granit yang unik, pasir putih & air laut yang jernih. Buat yang gemar snorkeling, pengunjung bisa menyaksikan banyak jenis biota laut sampai terumbu karang yang berwarna- warni.

Wisatawan yang berkeinginan berlabuh ke Pulau Lengkuas, mampu menyewa perahu dari Tanjung Binga ataupun Tanjung Kelayang. Pengunjung juga mampu mengelilingi Pulau Lengkuas cuma dengan 20 menit.

Dalam petualangan laut menyambut Pulau Lengkuas lumayan sedikit lama, menjadi pengunjung bisa memanfaatkan momen ini buat menonton laut & pulau- pulau kecil sejauh petualangan. Harga menyewa perahu ke Pulau Lengkuas berkisar Rp500. 000 buat 10 orang. Komplet dengan peralatan snorkeling yang berkeinginan menikmati pemandangan bawah laut.

2. Mercusuar Tanjung Kalian, Bangka

Tidak jauh dari Belitung, Bangka juga mempunyai mercusuar yang bisa mencatatkan Kamu menikmati keindahan Pantai Tanjung Kalian yang berada di Muntok, Kabupaten Bangka Barat. Bangunan ini berdiri menjulang dengan mahal 65 meter & sebagai salah satu mercusuar yang sering berumur di Indonesia mengingat dibangun pada 1862.

Mercusuar ini sebagai saksi bisu kenangan kelam yang terjadi pada 1942. Pembantaian massal ( Banka Massacre) dijalani oleh tentara Jepang mengakibatkan 64 orang tewas. Kenangan tersebut saat ini tertuang dalam tugu memorial di depan menara suar ini.

Destinasi Tanjung Kalian tidak begitu banyak, mengingat dikala ini sekian warga yang lebih membuat keputusan moda transportasi udara ketimbang laut. Akan tetapi aktifitas destinasi masih aktif. Destinasi ini mempunyai mercusuar legendaris yang dibangun oleh Belanda pada tahun 1862.

Berdasar manajer tempat itu sendiri, Yuswandi, mercusuar setinggi 65 meter ini masih asli & tak sempat dipugar, cuma sebagian kali dicat ulang. Situasinya masih tangguh & masih dipakai sebagai menara pengamatan oleh para nahkoda yang akan berlayar.

” Ini masih aktif. Lazimnya sebelum berangkat, nahkoda naik dahulu ke puncak mercusuar buat mengamati keadaan laut.

Dari atas mercusuar ini, para nahkoda bisa mengamati lautan sampai selisih 40 mil. Di puncak mercusuar ada lampu navigasi yang dinyalakan sejauh 24 jam.

Disamping buat mensupport navigasi laut, mercusuar ini juga diawali sebagai obyek wisata. Pengunjung bisa naik ke atas dengan mengeluarkan biaya harga administrasi Rp 5. 000 saja. Sebelum naik, seluruh alas kaki terpaksa ditanggalkan.

Mercusuar ini terbagi dari 16 lantai dengan ratusan anak posisi beton, & 2 lantai belakangan berbentuk posisi kayu. Tiap lantai ada lubang sirkulasi udara berdiameter kurang lebih 30 cm. Tanpa lubang tersebut, menaiki posisi mercusuar ialah cobaan sulit. Karena pengunjung terpaksa berebut oksigen dengan pengunjung yang lain yang kebanyakan nafasnya ngos- ngosan.

Akan tetapi demikian mencapai puncak mercusuar, pikir lelah terbayarkan telah. Pemandangan indah Pantai Tanjung Kalian sekaligus aktifitas destinasi bisa kelihatan dengan tentu. Terlebih Kota Muntok juga bisa kelihatan dari puncak mercusuar kuno ini. Puncak mercusuar berbentuk balkon sejajar 0, 5 meter yang mengelilingi bangunan inti. Di sekelilingnya ada pagar setinggi 50 cm.

Secara umum kebersihan mercusuar ini lumayan terjaga. Manajer mengepel tiap lantai mengusung karbol alhasil tak pengap. Akan tetapi terdapat saja ulah tangan- tangan jahil yang pergi dari coretan di dinding mercusuar. Penampilan vandalisme yang tak terpuji & merusak keindahan mercusuar.

3. Mercusuar Willem Toren III, Aceh

Berpindah ke sisi sering barat di Indonesia, Desa Meulingge yang berada di Pulau Breuh, Aceh. Desa ini mempunyai mercusuar yang dikenal Mercusuar Willem Toren III yang dibangun pada 1875.

Bangunan yang menjulang setinggi 85 meter tersebut mulanya ditujukan sebagai mercusuar buat destinasi transit Selat Malaka mengingat lokasinya yang termasuk perbatasan dengan Malaysia, Thailand & India.

Jabatannya yang berbatasan dengan negara yang lain menyuguhkan kami pemandangan samudera lepas. Bangunan dengan warna merah putih ini bisa Kamu kunjungi sesudah menyusul sebagian bukit yang dikelilingi hutan lebat. Kamu bisa mengusung motor buat lolos ke mercusuar ini dengan menyewa pada warga lokal.

Menara Willems Toren III sudah berumur lebih dari satu abad semenjak dibangun pada 1875. Bila ditinjau dari luar, gedung mercusuar ini mulai usang & berumur. Akan tetapi, bangunannya masih tangguh. Mercusuar ini termasuk menara yang berfungsi mengatur navigasi kemarin lintas kapal di Samudera Hindia. Menara ini ada di dalam komplek seluas 20 hektare. Dahulu, komplek ini diisi oleh para perwira Belanda. Mercusuar ini kabarnya mengadopsi nama raja yang menguasai Luksemburg pada 1817 sampai 1890, yaitu Willem Alexander Paul Frederik Lodewijk. Saat memerintah dikala itu, Willem giat membangun ekonomi sekaligus infrastruktur di negeri Hindia Belanda. Pulau Aceh salah satunya adalah element dari program pembangunan infrastruktur pemerintah Belanda di sejarah itu.

Bangunan berbentuk silinder ini mempunyai ketebalan dinding mencapai satu meter. Dinding luar dicat warna merah & putih. Ada enam lantai di dalamnya. Tiap lantai ditenagai bursa. Dari bursa berpose Eropa, ketenangan Samudera Hindia bakal menenteramkan mata. Buat mencapai puncak menara, Kamu terpaksa menaiki 174 anak posisi yang terbuat dari logam berukir. Pikir lelah bakal hilang seketika dikala ada di pucuk menara.

Pemandangan indah tersaji dari balasan ruangan kaca di dalamnya terpasang lampu sorot top yang mampu berputar- putar. Lampu ini bakal menyala di malam hari, menembakkan cahaya sampai ke parairan timnas Samudera Hindia & pintu menembus Selat Malaka. Fungsinya sebagai pengatur kemarin lintas laut yang kerap dilintasi kapal- kapal besar. Di luar ruangan kaca terdapat teras bundar di keliling pagar logam. Dari observation deck ini, Kamu bisa menikmati pemandangan 360 derajat tanpa batasan. Biru laut, hijau gunung, & sederet tebing layaknya lukisan. Pulau- pulau kecil layaknya mengambang di Samudera Hindia. Menoleh ke bawah terdapat daratan berselimut pohon menjurus ke laut.

Mengarah ke utara, kelihatan Pulau Weh, Sabang memanjang biru di seberang lautan. Dari kejauhan juga kelihatan Rondo, pulau terluar di Indonesia yang tanpa penghuni namun diawasi TNI Angkatan Laut, sekaligus petugas navigasi kelautan. Mercusuar Willems Toren III berada di hutan Kampung Meulingge, Pulau Aceh, Kabupaten Aceh Besar.

Bila berangkat dari Kota Banda Aceh, Kamu terpaksa menyeberang dahulu dengan kapal menyambut Pulau Aceh. Lama petualangan kurang lebih 3 jam bila berangkat dari Destinasi Lampulo, Banda Aceh. Buat menyambut Mercusuar Willems Toren III tidaklah gampang. Kamu terpaksa mengenyam selisih tempuh kurang lebih 45 menit sesudah datang di Pulau Aceh. Akses jalannya terjal & berliku.

4. Mercusuar Pantai Baron, Yogyakarta

Bergeser ke Pulau Jawa, Mercusuar Pantai Baron ialah wisata mercusuar yang lain yang bisa Kamu kunjungi. Mercusuar yang berada di Pantai Baron, Gudungkidul, Yogyakarta ini mempunyai mahal 40 meter.

Baca Juga: 24 Tempat Wisata Indah di Pekanbaru Yang Wajib Dikunjungi Tahun 2021

Bila Kamu bertamu ke Yogyakarta terutama ke daerah Gunung Kidul, sehingga panorama keindahan pantai tak mampu kamu lewatkan. Wisata pantai Gunung Kidul sungguh menyimpan sejuta keindahan & keunikan alhasil mempersembahkan daya pikat tersendiri. Salah satu pantai yang populer bakal keindahan teluknya ialah Pantai Baron yang berlokasi di Desa Kemadang, Kabupaten Gunung Kidul. Pantai Baron menyajikan keindahan pasirnya yang lembut sampai panorama keindahan pantainya diatas ketinggian.

Pantai Baron termasuk salah satu lokasi wisata pantai yang unik mengingat mempunyai kedua variasi air yakni air asin & air tawar yang terdapat di Yogyakarta. Pantai Baron berusul dari nama satu bangsawan dari Belanda yang yang dikenal Baron Skeber. Bangsawan itu sempat mendaratkan kapalnya di pantai selatan tepatnya di pantai yang sekarang disebut dengan sebutan Pantai Baron.

Keunikan Pantai Baron yakni bila Kamu melihatnya dari atas, pantai tersebut menyusun huruf“ U” bukan cuma itu Pantai Baron juga mempunyai 2 aliran air sungai yakni air asin & air tawar. Konon ungkapnya tiap 5 tahun satu kali aliran air sungai tersebut mampu berganti dengan sendirinya yang dulunya bergerak ke jalan barat menyambut laut sebagai ke jalan timur sebagai membelah pasir pantai sebelum bergerak ke laut.

Perjumpaan antara ke- 2 aliran sungai tersebut sebagai daya tarik wisatawan buat bertamu ke Pantai Baron mengingat penasaran buat menyaksikan fenomana tersebut. Aliran air tawar yang berusul dari bawah laut dengan warna kehijauan & aliran air laut dengan warna kebiruan. Dikala aliran tersebut tergabung & mencatatkan warna yang menarik perhatian hati, wisatawan tentu bakal betah menyaksikan ke- 2 aliran itu.

Menikmati pemandangan pantai tak terpaksa dari dekat ataupun terpaksa ke bibir pantai, kami mampu menikmatinya dari atas bukit karang buat mampu menyaksikan keindahan pemandangan pantai supaya lebih menikmati panorama & demikian eksotis alamnya. Tak cuma populer dengan pantai yang berbentuk teluk, Pantai Baron juga mempunyai Mercusuar di atas bukit karang. Bukit karang Mercusuar di Pantai Baron ini mampu sebagai lokasi buat Kamu buat menyaksikan keindahan perbukitan karst yang membentang ke utara & samudera yang bergelombang di selatan. Bila Kamu menyaksikan ke timur, sehingga kamu bisa menyaksikan hamparan pantai- pantai nan indah.

Lokasi Pantai Baron ada di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Spesial Yogyakarta. Lokasi Pantai Baron sungguh lumayan jauh bila Kamu dari Pusat Kota Yogyakarta, akan tetapi lokasi pantai ini telah lumayan bagus & pantas buat dilewati kendaraan umum ataupun kendaraan pribadi. Namun akses menyambut Pantai Baron berbelok- belok & naik bermain. Menjadi bila Kamu berkeinginan mengunjungi Pantai Baron dianjurkan buat berhati- hati.

Banderol Tiket buat menginjak wisata Pantai Baron Gunung Kidul Yogyakarta lumayan terjangkau. Kamu bakal dipaksa mengeluarkan biaya tiket retribusi senilai Rp. 10. 000 per orang. Menjadi bila Kamu berlabuh dengan satu rombongan membantu mobil, sehingga Kamu terpaksa mengeluarkan biaya tepat jumlah orang yang terdapat. Harga parkir sepeda motor senilai Rp. 2. 000 & Rp. 5. 000 buat mobil per unitnya. Pengalaman luar biasa yang tak terlupakan saat Kamu mampu menonton secara langsung keindahan pantai selatan Pulau Jawa yang begitu mempesona.

5. Mercusuar Cikoneng, Banten

Bertamu ke wilayah Anyer, kami bakal disajikan suatu pemandangan unik tepi pantai dengan suatu mercusuar yang berdiri tangguh mempercantik situasi. Berlokasi di Jl. Raya Anyer KM. 131, teatnya sebelum hotel Mambruk Anyer, mercusuar ini sebagai saksi riwayat bagus saat sejarah penjajahan Belanda ataupun Jepang. Mulanya Mercusuar ini dibangun oleh Herman Williem Daendels pada tahun 1808 dari Belanda yang pertama kali menginjakan kakinya ke Banten- Indonesia. Mecusuar Anyer ini memiliki peran krusial buat membawa memandu kapal- kapal yang melalui di perairan Selat Sunda.

Pada tahun 1808- 1809 Deandels membangun langkah dengan rute Batavia- Banten buat langkah pertama. Berikutnya pembangunan langkah Deandels dari Anyer ( Banten- Jawa Barat) lolos Panarukan ( Jawa Timur) sejauh 1000 Km yang dimaksudkan buat mempercepat tibanya surat- surat yang dikirim antar Anyer sampai Panarukan sebagai trek sektor ataupun langkah sektor raya ( Grote Postweg). Lokasi Mercusuar yang selisih jarang lebih 30m ke laut itu sebagai titik nol langkah Anyer- Panarukan.

Sejatinya Mercusuar yang berdiri dikala ini ialah menara suar anyar yang dibangun oleh Z. M. Williem III pada tahun 1885. Mercusuar lama hancur dampak letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883, sampai cuma tersisa pondasinya saja. Mahal Mercusuar ini kurang lebih 75, 5 meter. Dinding bangunan terbuat dari logam setebal 2, 5- 3cm yang masih begitu apik. Mempunyai 18 posisi & 286 anak posisi. Dari puncak mercusuar inilah mampu kelihatan pemandangan yang begitu indah.

Pada selisih 500m ke element depan dari mercusuar ada suatu tugu kecil yang belum lama ini dibangun. Di tugu ini ada tepat dimana pondasi bangunan mercusuar lama ada, penjaga mengatakan kalau disini terdapat patok penanda nol ( 0) km yang masih asli dari era Belanda. Tugu yang beres dibangun 2014 kemarin juga mencantumkan peta pembangunan langkah Anyer- Panarukan.

Mercusuar ini juga disebut dengan nama Mercusuar Cikoneng, mengingat letaknya ada di Kampung Bojong, Desa Cikoneng, Anyer, Banten. Disamping sebagai saksi bisu pembuatan langkah Anyer- Panarukan, mercusuar ini juga termasuk saksi dari sejarah peperangan dikala Jepang berupaya membawa pulang Indonesia. Salah satu bukti nyata kelihatan di sisi luar bangunan mercusuar dimana ada bekas tendangan meriam Jepang yang telah di tambal pada element dinding mercusuar ( berdasar sebagian sumber terdapat di lantai 2 & 12).

Mercusuar Anyer ini terdaftar dalam Mendaftar Suar Indonesia ( DSI) dengan nomor 2260. Cahaya lampu yang dipakai oleh mercusuar ini senilai 1000watt, & mulai dinyalakan semenjak pukul 18. 00 sampai pagi. Disamping bohlam, juga ada kaca pembesar buat memperluas jangkauan sinar. Cahaya dari mercusuar ini mampu menjangkau sejauh 20- 25mil ( 1mil= 1609 m).

6. Mercusuar Pulau Biawak, Indramayu

Pulau Biawak di Indramayu, Jawa Timur juga mempunyai keindahan yang luar biasa. Keindahan ini bakal lebih terasa nyata dengan menyaksikan pemandangan dari Mercusuar Pulau Biawak.

mercusuar setinggi 65 meter. Dibangun di era penjajahan Belanda, tepatnya pada 1872, sampai saat ini mercusuar masih berdiri tangguh. Cuma sebagian element yang kelihatan telah lapuk & tidak terawat. Akan tetapi, 240 anak posisi logam melingkar yang mampu dipakai buat mencapai puncak mercusuar masih berfungsi dengan bagus.

Buat menapaki tiap anak posisi, & mendatangi puncak mercusuar tersebut, jelas diperlukan sebuah keberanian & tenaga tersendiri. Bakal namun pemandangan yang kelihatan dari atas mercusuar seolah menjadi bayaran yang setimpal dengan upaya yang dikeluarkan. Dermaga, laut yang menyatu dengan langit, sekaligus hamparan pohon top & pohon mangroove di sekeliling pulau begitu indah kelihatan dari ketinggian 65 meter.

Sesudah menundukkan ketakutan menapaki mercusuar, & lega bermain- main menantau biawak, salah satu anak buah kapal memanggil kita. Memakan siang berbentuk nasi liwet, tahu- tempe, telor dadar, lalab, & sambal kacang telah beres disiapkan di saat kita beraktivitas. Di atas perahu, kita juga lantas memakan siang dengan lahapnya.

Seusai santap siang, cuma terdapat satu praktik lagi yang menunggu kita: mengelilingi pulau dengan mengusung perahu. Jarang lebih separuh jam saat diperlukan buat menjalani ini. Dikala jarum jam menampilkan saat pukul 1 siang, kita sudah beres berputar pulau & kembali bergerak menyambut Indramayu. Kembali buaian ombak & angin laut mendampingi petualangan. Memang pengalaman yang tak terlupakan.

Share via
Copy link
Powered by Social Snap